Rabu, 20 Februari 2019

Sekejap Muscat

Pada saat mem-booking pesawat oman air memang saya sudah merencanakan akan transit di Muskat,maka dari itu saya booking yang jam transitnya agak lamaan dikit supaya bisa menikmati kota Muscat.Karena agak terburu-buru dan karena takut harga tiket akan naik,saya langsung booking saja tanpa melihat jam transitnya maklum saya sangat exicited akan harga murah yang ditawarkan oleh Oman air  ini ke negara Maroko,langsung hajar bleh.Dan saya berhasil meracuni teman saya untuk join trip ini dengan iming-iming bisa transit di Muscat pada waktu kepulangan,sedangkan transit keberangkatannya hanya 6 jam saja.

Oman air



Setelah bookingan beres beberapa hari setelahnya saya baru ngeh bahwa jam ketibaan kami di Oman adalah malam hari dan akan melanjutkan perjalanan pagi hari .Percuma saja transit 10 jam tapi jalan -jalan di Muscat nya tengah malam ,hiks.Saya merasa bersalah bener ini ,manapula nggak dapet free hotel walau transit 10 jam karena subclass pesawat kami yang promo.Ya sudahlah kami nikmati saja Bandara Oman yang keren ini seperti saat transit mau berangkat.


Economy class

Bandara Muscat ini baru saja dipugar ,berbagai macam fasilitas ada disini walaupun tidak sekeren Bandara Changi.Yang saya suka dari bandara ini adalah quite lounge nya yang sangat nyaman.Saya benar-benar tertidur pulas tidak seperti ketika tidur di bandara lainnya yang hanya sleep sleep chicken alias tidur-tidur ayam,Ada beberapa lounge yang bisa digunakan tetapi ketika pagi tiba sekitar jam 8 lounge tidak bisa digunakan untuk tidur lagi bahkan untuk sekedar duduk-dudukpun tampaknya tidak bisa,mungkin ketika pagi lounge -lounge tersebut dibersihkan.Himbauan untuk mengosongkan lounge terdengar dihampir seluruh penjuru bandara.

Bandara  Muscat
Lounge yang sangat nyaman

Sebenarnya untuk transit  yang kedua kali saya cuma mau leyeh-leyeh saja di lounge bandara mengingat akan kenyamanan bandara  ini,sayangnya salah satu teman saya mengompori untuk keluar bandara padahal saat itu sudah jam 9 malam.Saya pikir boleh juga menikmati malam di kota Muscat lagipula cuacanya sedang hangat.Tergodalah saya.


Muscat int airport
Saya menyetujui,kami harus membayar transit visa sebesar 17 usd,setelah urusan pervisaan beres,kami mengunjungi booth tourism oman dan info yang didapat bahwa kami bisa menikmati malam di daerah Mutrah dan ada bus kesana walau harus 2 kali nge-bus.

airport bus

Untuk menuju Mutrah kami harus naik  airport bus dulu ke terminal Ruwi,dari sini nyambung lagi ke Matrah.Ongkos  airport bus cukup murah yaitu setengah rial oman sekitar 20 ribu rupiah ,1 rial oman 40 ribu rupiah kursnya memang sangat tinggi.Dari Ruwi kami menumpang bus seharga 200 baisa atau 8 ribu rupiah.Dan asiknya lagi bus-bus tersebut beroperasi 24 jam saudara-saudara jadi kami bisa menghemat ongkos taksi.

Bus perlahan meninggalkan bandara melalui jalan raya yang lengang,kami hanya memandang kiri kanan jalan yang mulai sepi,memasuki kota tampaknya tidak ada perubahan masih sepi.Didalam bus mayoritas wajah-wajah asia selatan yang saya jumpai hanya satu yang berwajah arab  yaitu sang supir ,banyak pekerja imigran dari asia selatan.

Tiba di Mutrah yang pertama kali kami tuju adalah souq atau pasar yang terkenal akan souvenir-souvenirnya saat itu hampir semua toko akan tutup.Dan lagi lagi kami seperti tidak berada di negara timur tengah orang-orang yang kami jumpai nyaris semua berwajah asia selatan baik pengunjung maupun penjaga toko kami merasa seperti berada di New delhi.

toko-tokonya sudah tutup
adayang masih buka ternyata

souq
salah satu bangunan di corniche
Tidak ada kehidupan malam disini,hanya beberapa orang saja terlihat menikmati corniche yaitu area umum di tepian laut untuk pejalan kaki,restoran banyak yang tutup hanya ada KFC ,kesanalah kami.Harga KFC disini masih diatas harga KFC Indonesia tapi nggak mahal-mahal banget,lumayanlah daripada makan di Bandara yang harganya bikin senewen.Setelah makan rasanya mati gaya ,nggak tau harus ngapain.Nggak ada yang bisa dilakukan disini kayaknya nggak ada bar atau club didaerah Mutrah ,apa kami kurang mengexplore aja.

corniche
Kami kembali ke Ruwi,eh supirnya yang sebelumnya mengantar kami ke Mutrah didalam bus cuma kami berdua aja.Di terminal ruwi ada burger king yang masih buka daripada ke bandara cepet-cepet ,toh busnya 24 jam juga.Kami nongkrong kembali sambil ngemil-ngemil es krim dan internetan




Karena sudah mati gaya nggak tahu harus ngapain lagi,akhirnya kami kembali ke bandara dengan menggunakan bus yang sama.Agak salah prediksi juga kami mengira daerah Mutrah "hidup" walau malam hari.Yah hitung-hitung kami menginjak satu lagi negara baru walaupun hanya transit sekejap,























Tidak ada komentar:

Posting Komentar