Kamis, 27 November 2014

(Nepal Trekking -1) Persiapan dan Kegalauan Mendaki Poon Hill

Nepal memang beruntung karena memiliki pegunungan Himalaya yang menjadi daya tarik tersendiri karena disinilah terdapat gunung tertinggi didunia.Himalaya ibarat naik hajinya bagi penggila trekking dan pendaki gunung.Saya yang bukan anak gunung  saja  merasa terkompori untuk mencicipi menu-menu trekking yang tersedia di kawasan Himalaya.Mulai yang levelnya ecek-ecek sampai ke level mahir ,yang kalo mau naik gunung tertentu jaketnya aja harus berbahan bulu angsa dan harganya 2 juta ,Itu baru jaketnya belum sepatu yang bisa jalan di es,celana ,sleeping bag yang bisa tahan pada suhu dibawah nol dan lain-lain.

Bagaimana dengan saya? tentu saja saya memilih jalur yang mudah dan praktis.Dari hasil browsing-an  internet ,komunitas traveling dan tanya-tanya pada yang sudah pernah  maka saya memutuskan untuk mendaki Poon Hill diperlukan waktu 3 hari untuk sampai di puncak nya.Waduh ,trek yang paling gampang aja perlu waktu 3 hari secara faktor U menentukan sekali.Bisa nggak nih kaki diajak kompromi *ngomong sama dengkul*


Peta Trekking ( www.aboutnepaltrek.com)


Poon hill adalah sebuah bukit yang bisa memandang gugusan pegunungan Himalaya dikawasan Annapurna jalur treknya (katanya)mudah ketinggiannya 3210 meter diatas permukaan laut.Ukuran mudah disini adalah dengan waktu 3 hari bolak- balik kita bisa melihat jajaran pegunungan dari jarak yang dekat, dibanding menu-menu trekking yang lain trek ini adalah yang paling sebentar waktu mendakinya karena tidak terlalu tinggi.

Saya pernah sih, mendaki gunung gede dan sampai puncak walau ngos-ngosan,Jalur yang saya tempuhpun bukan lewat Cibodas melainkan lewat unung putri yang menurut saya itu susah banget karena benar –benar memanjat  ,memerlukan fisik yang prima dan saya sukses mencapai puncak gunung gede setinggi 2958 meter diatas permukaan laut tapi itukan 10 tahun lalu ketika  saya masih muda, gimana sekarang?

Dari Indonesia sebenarnya saya ragu  untuk trekking  di Nepal apalagi sering mendengar berita tentang badai salju dan penyakit yang disebabkan karena ketinggian ,nyali saya makin ciut.Persiapan yang saya lakukan cuma olahraga seminggu 2 kali saya sampe bela-belain ikut fitness, treadmill dan ngegowes sepeda statis menjadi santapan saya ketika berolahraga, tujuan cuma supaya perut sixpack nggak ngos-ngosan ketika trekking nanti ,saya siapkan fisik saja dahulu bagaimana-bagaimananya ntar pikirin aja ketika sampe Nepa,toh banyak perlengkapan mendaki gunung yang bisa disewa di Kathmandu maupun Pokhara jadi saya cuma modal sepatu trekking dan sleeping bag aja yang saya bawa dari Indonesia . Sekiranya  saya males dan nggak jadi trekking nggak berat-berat banget bawaannya

Kabar gembira dua bulan sebelum saya ke Nepal, 2 teman  perempuan saya  baru saja trekking dengan sukses dengan tujuan yang sama walaupun mereka melonggarkan waktu yang biasanya 3 hari menjadi 4 hari tapi bagi mereka pencapaiannya sudah sesuatu banget apalagi mereka bilang sangat enjoy selama trekking karena tidak terburu-buru oleh waktu dan jalurnya tidak banyak yang keluar masuk hutan melainkan lewat desa-desa yang ada penduduknya.Semangat saya makin menjadi apalagi teman saya itu belum pernah naik gunung dan bisa sesukses itu.


Singkat cerita saya tiba di Kathamandu dan tinggal di sebuah guesthouse,Disini saya berteman dengan sepasang travel dari China dan Korea yang baru saja pulang dari treking di Annapurna Base Camp dan sempat mampir ke poonhill dan mereka bilang gampang banget trekking di sana. Sambil menghitung berapa jam treking dari satu desa ke desa lain terus menyemangati saya.Sebenarnya saya sudah mau mencoret acara treking- trekingan apalagi saya udah pewe di Thamel Kathmandu dan cuacapun sudah dingin bikin males aja.Kembali galau.....

Kemudian datang lagi backpacker cewek china teman se-dorm yang baru saja  trekking sendirian ke poon hill wah tambah teracunilah saya.Dia bilang di Gorephani(Salah satu desa di jalur trekking) sudah turun salju  dan sebagian jalan sudah tertutup es tapi pemandangannya cakep banget katanya cerah ceria sepanjang hari cuacanya.Ahh tambah ngiler lah saya .

Oke saya harus trekking,
Mumpung masih sanggup dan fisik masih kuat,kenapa nggak?


Sudut Kota Pokhara


Untuk mencapai poon hill saya harus pergi ke Pokhara ,karena kota kecil inilah sebagai homebase para trekker untuk mendaki annapurna mulai dari mengurus permit ,membeli peralatan trekking ,menyiapkan logistik maupun beristirahat sebelum atau sesudah trekking.Yang paling seru sih membeli logistik ,karena harga harga makanan sepanjang jalur trekking mahal , sayapun kalap membeli makanan makanan kecil seperti coklat,keripik kentang ,permen dan lain lain .Ransel saya seperti indomaret berjalan isinya makanan semua hehehe.(bersambung)



9 komentar:

  1. hahahah ransel indomaret...jd gimana? kuat gak trekking sampai atas? :))

    BalasHapus
  2. tunggu postingn berikutnya........hehe

    BalasHapus
  3. Asik tuh mendaki, sekalian ngerefresh otak :D

    www.fikrimaulanaa.com

    BalasHapus
  4. Waaa himalaya...kereenn lah bs kesana

    BalasHapus
  5. Halo mas erwin.. Salam traveler. Mau tanya.. Klo udah sampe Ulleri-Poon Hill kira2 temperatur suhunya sampe brp? Apakah bsa sampe hipoterm klo blum ada sinar matahari?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada saat itu suhu sekitar satu digit ,pake longjohn sama jaket tebal cukup kok

      Hapus
  6. “Excellent!!!!”
    My husband and I did the Everest Base Camp trek with Nepal Planet Treks and Expedition and we couldn't be happier. From the moment we were picked up at the airport everything was very professional and well organized. A special thanks to our guide "Ram" who went out of his way to make our journey special.
    https://www.nepalguideinfo.com
    Nepal Planet Treks and Expedition

    BalasHapus