Tampilkan postingan dengan label Thailand. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thailand. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2016

Sensasi Thai Massage

Sudah beberapa kali ke Thailand tapi saya belum pernah nyobain thai massage yang terkenal itu.Trip-trip sebelumnya emang nggak kepikiran mau pijat ala thai ini.Pertimbangannya emang karena budget dan nggak ada waktu.Waktu dipakai kebanyakan untuk mengexplore kota atau kuliner .
Bulan lalu saya ke Thailand lagi nih,satu kalimat yang terlintas adalah harus coba Thai massage.Browsing sana sini akhirnya dapet tempat spa yang recommended dan dekat dengan hotel saya di daerah sukhumvit.Namanya Health Land spa cabang asoke ,berbagai macam paket ditawarkan di spa ini.


source

Senin, 07 Desember 2015

Modus Basi indochina Scam

Duh,ngomongin scam lagi nih!.

Paling males memang ke Negara yang sering menjebak para turis.Biasanya sih penduduk lokalnya yang sering melakukan hal tersebut tapi pengalaman saya beda lagi.Justru orang asinglah yang melakukan scam itu dan kami nyaris kena.

Bukannya bermaksud menyudutkan etnis tertentu,jadi begini ceritanya:

silahkan gelar tikar dan siapin cemilan


Kebetulan saya traveling ke Ho chi minh city ,Vietnam bertiga dengan teman saya laki-laki dan perempuan yang memakai hijab.Tahu sendiri kan, perempuan yang memakai hijab yang sering traveling berwajah asia kalau nggak dari Indonesia ,yah Malaysia gampang bangetlah untuk dikenali.Orang Vietnam sendiri pun kalau melihat teman saya yang satu ini langsung menyapa dengan “Malaysia ?“ atau “Indonesia?

Nah,ceritanya kami lagi jalan kaki santai menuju bent tanh market dari pham ngu lao ,area backpacker nya Ho chi minh city melalui sebuah taman yang ramai.Lagi asyik-asyiknya jalan sambil menikmati suasana taman yang ramai oleh orang-orang local yang sedang berolahraga,tiba-tiba 2 orang laki-laki dan perempuan berwajah timur tengah mendatangi kami.Mereka memakai kaos dan celana jeans
Kami berhenti sejenak,dengan ramahnya mereka menyapa kami dan tersenyum.


Taman dekat pham ngu lao

Rabu, 30 April 2014

Ketika Shutdown Bangkok


Demo besar-besaran melanda ibukota Thailand,Bangkok.Demo yang menuntut Perdana mentri  Thailand untuk mengundurkan diri tampaknya sangat serius.Eh,tapi saya nggak mau ngomongin politik dulu yah saya mau ngomongin diluar hal  itu terutama tentang wisatanya  .Yang jelas hal ini mempengaruhi  kunjungan wisatawan yang akan berkunjung ke Bangkok tentunya.Thailand merupakan Negara asia tenggara yang paling banyak dikunjungi oleh turis-turis asing loh tapi setelah …….tau lah siapa lagi kalau bukan Malaysia.

Pasar malam ?



Bagi kita orang Indonesia yang sudah terbiasa dengan demo-demoan hal ini bukan masalah besar.Apalagi ditambah maskapai-maskapai yang ke Bangkok banting harga maka banyak yang mengambil kesempatan ini begitupun dengan saya .Memang pada demo sebelumnya Bangkok lumpuh,bandara diduduki  dan banyak turis yang terlantar.Namun demo yang sekarang berdasarkan laporan pandangan mata turis-turis Indonesia yang sedang berwisata disana ,Bangkok aman-aman saja.Para pendemo pun menjamin tidak akan mengganggu turis yang akan ke kota ini.

Kamis, 16 Agustus 2012

Minuman Segar Asia Tenggara


Dari semua negara asia tenggara yang saya kunjungi( kec Brunei dan Timor),ada yang membuat saya selalu teringat apalagi kalau bukan kulinernya yang khas.Kali ini saya akan ngomongin minuman atau es–es an.Kalau saya perhatikan negara-negara asia tenggara mempunyai ragam minuman segar atau es–es an mungkin karena cuaca di asia tenggara yang sepanjang tahun hangat jadi penduduknya kreatif membuat minuman untuk melawan panasnya terik matahari di sekitar khatulistiwa.

Contohnya Singapore terkenal dengan es potongnya,Malaysia dengan air mata kucingnya,Vietnam dengan es kopinya .Bagaimana dengan negara indochina yang lain?.5 tahun yang lalu waktu traveling ke Kamboja minuman favorit saya adalah dragon fruit juice atau jus buah naga.Waktu itu sih di Indonesia belum begitu booming bahkan saya gak pernah nemu tuh tukang jus yang ada buah naganya ,Hampir setiap saat saya memesan minuman ini rasanya segar bentuk buahnya aneh,putih ada bintik-bintik hitamnya,bahkan sekarang ada yang berwarna merah daging buahnya.Di Jakarta sekarang saya gak kesulitan mencarinya.

Di Myanmar minuman yang jarang ada di Indonesia yaitu jus buah plum,kalau menurut saya rasanya sih terlalu manis sepertinya lengket di tenggorokan ,minuman kemasan botol ini banyak dijual di supermarket-supermarket kota yangon dengan harga yang cukup murah.Beberapa bulan lalu saya melihat bentuk buahnya di sebuah supermarket di kawasan elit Jakarta. Ternyata buah plum termasuk kategori buah impor yang lumayan mahal harganya.

Buah plum dan buah naga

Minggu, 13 Mei 2012

KFC dan Resto Ayam Goreng Asia

Siapa sih yang gak kenal restoran fast food Kentucky Fried Chicken?.Restoran ini didirikan oleh col harland sanders yang bermarkas di Lousenville Kentucky Amerika Serikat pada tahun 1939.Didirikan oleh beliau awalnya di sebuah pom bensin miliknya kemudian di sebuah motel .Sempat tutup Tahun 1940 karena jalan tol interstate melalui kotanya (gila... thn 1940 amrik udah punya jalan tol) .Sejarah lengkap KFC bisa dilihat di sini

KFC logo
logo KFC

Selasa, 13 Oktober 2009

Setengah Hari Di Myanmar



Awalnya saya tidak tertarik untuk mengunjungi negara myanmar ini dengan kunjungan singkat,tapi ketika saya mengobrol dgn seorang bule jerman di sebuah guesthouse chiang mai akhirnya tertarik juga. Dia bercerita bahwa baru kembali dari sana,dan menemukan sesuatu yg menarik tentunya pengalaman menginjak tanah myanmar walaupun hanya di perbolehkan Cuma dalam jangka waktu sehari.Setibanya di terminal maesae(4 jam dari chiang mai) saya menuju ke pangkalan songtheauw(sejenis angkot khas daerah thailand utara),rupanya banyak juga yg ingin pergi ke sana,saya tidak menemui satupun orang asing .Cuma satu kata yg saya ucapkan kepada seorang kenek yg menghampiri saya..

”border..?” kata saya

“ya ..please…!!

Hmmm ternyata sudah penuh ,tapi dari pada menunggu giliran songtheauw berikutnya (pengalaman naik angkot di pinggiran jakarta ,yang ngetem cukup lama)..okelah gelayutan Di pintu belakang nya toh paling cuma sebentari mungkin didepan juga banyak yang turun hihihi *sedikit ngarep

“tariikkkk pirrrrr”

Hehehe ternyata dugaan saya salah penumpangnya semua turun bersamaan dengan saya Sebelum bayar ongkosnya ,saya perhatikan penumpang tersebut bayar berapa..ahaa Cuma 10 baht(rp 3000).

Kota kecil maesae termasuk propinsi chiang rai di thailand utara,jalan raya menuju ke perbatasannya berdiri ruko-ruko dan toko-toko yang menjual kebutuhan pokok.saya berjalan2-jalan sebentar sebelum masuk ke pos perbatasannya


Di sisi Thailand paspor saya di cap seperti biasa masuk ke suatu negara,sekitar 10 m ke depan ada pos imigrasi myanmar,agak berbeda ketika masuk ke negara asteng lain yg Cuma mengisi kartu keberangkatan dan kedatangan,di sini saya di berikan petugas imigrasi myanmar selembar kertas kaku berwarna hitam berlambangkan simbol negara tsb dan harus diisi dgn biodata seperti biasanya lalu di robek menjadi 2 bagian lembaran kedua di berikan kepada saya dan tak lupa membayar 500 baht.

Paspor dicap tapi diatasnya di bubuhi kata “walk” mungkin artinya cuma singgah sebentar kali ya.yyiihhaaa saya tiba di tachilek myanmar ,oh iya visa sehari ini cuma berlaku di kota ini dan harus kembali ke thailand pada hari itu juga .Pos perbatasan ini sering digunakan untuk memperpanjang masa tinggal di thailand cukup keluar dari thailand sebentar dan bayar 500 baht dan kembali lagi ke thailand,sudah bisa tinggal di thailand utk 30 hari ke depan ,praktis kan?

Keluar dari imigrasi myanmar saya di sambut anak-anak kecil berwajah asia selatan (Katanya itu adalah imigran dari bangladesh) yang meminta-minta,lepas dari gerombolan anak kecil kembali disambut dengan rombongan supir tuktuk yang siap mengantar ke beberapa kuil di tachileik,dengan menunjukan foto-foto kuil tersebut lagi-lagi saya tidak tertarik. Pandangan saya menuju ke sebuah pasar yang agak turun ke bawah letaknya,hmmm pasar tradisionalnya menjual barang kebutuhan dan berbagai macam makanan tapi aroma thailand masih kental di sini tak ada sesuatu yang khas myanmar souvenir,makanan semuanya produk negara tetangganya bahkan mata uangnya pun masih menggunakan baht,ketika saya membeli makanan kecil dan meminta uang kembalian dengan mata uang myanmar,kyat mereka bilang tidak ada.
Pasar saya tinggalkan dan berjalan ke arah jalan raya ,di sebuah perempatan ,bilboard bertuliskan “City of Golden Triangle” menyambut saya kemudian saya melanjutkan jalan kaki ke arah jalan berdebu dan tak beraspal,kiri kanan banyak terlihat orang-orang berwajah asia selatan rupanya ini adalah perkampungan muslim bangladesh .Di sebelah kanan ada sebuah mesjid yang di depannya banyak di jual makanan kecil,goreng-gorengan berlabelkan halal lumayan juga rasanya,saya makin menjauhi keramaian tak ada yg menarik Cuma rumah berdebu diselingi pohon2 besar kondisinya mirip2 lah dgn yg di tanah air ,setelah capek berjalan kembali saya ke perempatan kali ini saya akan mencoba angkot lokal ,lumayan juga



Setelah beristirahat saya mencoba mencari kuil khas mynamar yg berundak-undak di sekitar kota tachileik ,coba ambil jalan raya yg ke utara kali ini jalan rayanya rapih banyak kantor-kantor pemerintahan di kiri kanannya.Di kejauhan saya mulai melihat pucuk2-pucukkuil khas Myanmar yang berundak=undak dan mulai mendatangi tempat itu .Tidak ada orang yg menjaganya saya melenggang leluasa masuk ke areal tersebut.Setelah melihat-lihat dan puas mengambil foto,saya istirahat sebentar sayangnya tidak ada orang yang bisa di ajak ngobrol(iyalah gak ngerti juga bahasanya he he he)


Waktu sudah menjelang sore ,saatnya meninggalkan myanmar mendekati pos perbatasan kembali saya diikuti segerombolan anak kecil,buru-buru saya jalan karena mereka menarik2 baju saya dan mereka berkata :

“mister,passport,passport” sambil menunjuk-nunjuk gedung yang saya lewati

Langkah saya percepat ke arah thailand anak-anak kecil itu berhenti mengikuti saya karena mereka tidak boleh melintas ke bagian thailand ,akhirnya sampai juga di imigrasi thailand dan mengambil arrival-departure card,tapi saya merasa ada yang kurang..hmm apa ya..oh iya PASPOR .Saya berbalik arah (sambil mindik-mindik tentunya,malu juga sama anak-anak yang tadi hehehe)peraturan di sana memang paspor harus di tinggal di imigrasi di Myanmar, dan di ambil kembali waktu mau keluar. setelah urusan beres saya bergegas keluar anak-anak kecil itu dari jauh masih memandangi saya mungkin mereka berkata

“ kasian deh lo bolak balik ,gue kata juga apa”

Saya meninggalkan gerbang Union of myanmar menuju ke gerbang Kingdom of Thailand.
Selamat jalan Myanmar ,negara yg membuat penasaran semua orang untuk di kunjungi.