Kamis, 30 Oktober 2014

Cerita dari Perbatasan India-Nepal: Waspada di Bhairawa-Sunauli

Setelah 2 minggu menghabiskan waktu di Nepal saya harus hengkang dari negara ini karena saya memilih durasi visa yang 15 hari saja.Opsi yang saya pilih adalah perjalanan darat menuju India selain ongkos yang murah juga karena saya suka sekali dengan aktifitas  menyebrang perbatasan lewat darat dibandingkan terbang.Yang saya tuju kali ini adalah perbatasan yang paling ngetop dan selalu dilewati para backpacker  yaitu Sunauli(India)-Bhairawa (Nepal) karena letaknya yang strategis dan lumayan dekat dengan kota Varanasi ,kota suci agama hindu

Sejak dari Pokhara (kota kecil sebagai titik untuk pendakian Annapurna) saya diwanti-wanti oleh pemilik guest house agar saya berhati-hati ketika masuk ke Negara India

“Pokoknya begitu kamu masuk sunauli,kamu harus berhati-hati”

“cuekin aja yang nawar-nawarin transportasi,money changer  dan lain-lain”

“Itu  orang India di perbatasan brengsek semua !’ katanya berapi-api

‘ooohhhhh oke deh pak,

Memang bagi orang yang baru pertama kali ke India mesti betul berhati-hati ketika masuk ke Negara ini.Banyak pengalaman  traveler yang kena scam,saya pun pernah mengalaminya..Saya yang sudah pernah backpacking ke India  pun masih merasa was-was makanya saya tidak menganjurkan buat para backpacker  yang baru pertama kali keluar negri langsung ke Negara ini apalagi sendirian.

Bhairawa berdebu


Perjalanan dari Pokhara menuju Bhairawa melewati  bukit-bukit dengan jalan yang berkelok-kelok dan nggak jarang melewati jurang-jurang menganga .Walaupun sang supir  lihai memainkan kemudinya tetap aja  wajah para penumpang terlihat tegang dan sesekali mengeluarkan nafas panjang tak terkecuali saya fiuuuuhhh.Bus melaju dengan kecepatan sedang karena baru saja memasuki area  kota dan tidak berbukit-bukit lagi.Beberapa kilometer menuju perbatasan saya disambut dengan keadaan kota yang berdebu  maklum disana sini banyak proyek-proyek pembangunan.

Menuju border


Kernet bus menurunkan saya di dekat  terminal Bhairawa ,saya masih harus naik becak lagi menuju perbatasan .Becak perlahan-lahan membawa saya melintasi jalan dan menembus kumpulan debu yang berterbangan .Traveling ke Nepal harus siap masker ,teman.

Sesampainya di imigrasi Nepal banyak turis  yang mengantri visa on arrival tapi kelihatan Cuma saya sendirian yang menuju India .Setelah saya selesai urusan paspor  rupanya tukang becak menunggu saya untuk menawarkan mengantar ke kantor imigrasi india .Tawarannya jelas saya tolak  bukan karena jaraknya yang begitu dekat tapi gimana jalannya becak itu secara  ratusan orang lalu lalang plus kendaraan besar yang hilir mudik ditambah jalan yang belum diaspal .Nggak kebayang apa jadinya kalau hujan turun pasti becek dan banyak genangan air.

Aktifitas yang paling saya nggak sukai adalah membongkar tas  sewaktu pemeriksaan di imigrasi  bukannya apa ,packing itu kan merupakan salah satu kegiatan yang harus trampil bisa memasukan banyak barang seoptimal mungkin  dan membutuhkan waktu yang cukup lama,kebayang dong kalau sudah ok packingnya dibongkar paksa oleh petugas.Di sunauli juga begitu sebelum gerbang masuk india  saya kena random check untuk membongkar  ransel  udah gitu  setelah membongkar-bongkar petugasnya cuek aja ,mbok ya bantuin kek  atau bilang maaf lah ,ini sih nggak malah saya disuruh buru-buru ngerapihin mana ngebongkarnya seadanya pula di luar ruangan

Kantor imigrasi India letaknya berhimpit-himpitan dengan jejeran kios-kios pedagang  jadi kita harus jeli  mencari nya.Kantornya berada disisi kiri ,saya perhatikan satu-satu bangunan ternyata kantor imigrasi ndia kecil sekali lebih mirip kios fotokopi yang buat saya yakin itu adalah kantor imigrasi adalah banyaknya bule-bule yang sedang menulis kartu kedatangan atau keberangkatanTidak ada pemeriksaan secara mendetail persis seperti ketika saya masuk ke Nepal .Paspor Cuma dikumpulkan beserta kartu kedatangan tinggal menunggu dipanggil.Bila dibeberapa Negara petugas imigrasinya terkesan seram  tidak untuk India di sunauli.Petugas imigrasinya asik banget malah saya sempat ngobrol-ngobrol  sambil berdiri disamping saya.Dan saya pun ditunjukan dimana letak persisnya bus stand menuju Gorakhpur beserta warna busnya.

Welcome to Sunauli India

Masuk India melalui pintu sunauli bagaikan masuk ke dunia yang jauh berbeda dengan Negara sebelumnya .Jika di Nepal saya begitu aman ,tentram ,sentosa pas saya keluar mulailah saya terlempar ke dunia lain kewaspadaan perlu ditingkatkan.Apalagi kota Sunauli ini seperti layaknya pasar tradisional yang nggak keurus  ditambah antrian panjang truk-truk besar dan tentunya orang-orang  yang selalu mendekat untuk menawarkan “tipuan” 

Hanya ada 2 orang turis yang masuk india pada saat itu yaitu saya dan satu bule eropa.Sebenarnya saya mau mengajak pergi bersama menuju Gorakhpur tapi saya lihat ada 3 orang india yang sudah mengikuti dia .Yang jelas dia kena scam waktu masuk ke Nepal karena ketika ditanya oleh pihak imigrasi india saya sempat menguping pembicaraan mereka .Bule eropa itu membayar 100 usd untuk visa 15 hari ,serta merta pihak imigrasi india sumpah serapah menjelek-jelekan  oknum imigrasi Nepal.Bebas dari scam Nepal dia terperangkap lagi oleh kawanan orang India  mereka menawarkan si bule itu menyewa mobil menuju Varanasi,entah apa kabarnya bule itu sampe sekarang


8 komentar:

  1. Land of scams ! :-))

    Ditunggu lanjutan ceritanya, penasaran pengen baca bagian Nepal nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul banget ,tapi India bikin kangen hehehe
      next mau nulis tentang trekking ,ditunggu yah

      Hapus
  2. sampai sekarang, meskipun saya penasaran banget sama Taj Mahal tapi ntah kenapa tetep aja ketakutan dan belum berencana mampir ke India :(

    BalasHapus
  3. nggak papa tunggu sampai berani aja,atau perginya rame2

    BalasHapus
  4. Mas, saya juga udah booking tiket ke nepal dan rencana mau ngesot ke india, tapi masih khawatir soal visanya, apakah tidak sulit mengurus visa di perbatasan Nepal-India?? dan apa2 sj yg harus sy siapkan? Terimakasih informasinya mas

    BalasHapus
  5. Mengurus visa india nggak bisa di perbatasan darat,harus ada visa terlebih dahulu.Bisa apply di kedutaan india di jakarta ,medan ,bali atau pake e-visa dgn cara online

    BalasHapus
  6. maaf mas maksud saya di kedutaan India di Nepal, apa bisa mengurus visa untuk pemegang paspor Indonesia? Makasih sebelumnya mas

    BalasHapus
  7. saya belum pernah coba jadi nggak tau bisa apa nggak ,saran saya sih apply di Indonesia aja mudah kok cuma 2 hari prosesnya

    BalasHapus