Mau kemana lo?
Temanggung
hah, ada apaan disana? celoteh seorang teman
Temanggung sudah menjadi bucket list saya dari dulu dari awal tahun 2000an.Gara-garanya ketika saya dan teman-teman trip selama seminggu mengunjungi kampung halaman teman-teman saya .Ketika habis dari Yogya kami mengunjungi Wonosobo yang merupakan kampung halaman salah satu teman saya.Ketika bus yang kami tumpangi mulai memasuki kawasan kabupaten Temanggung mata saya nggak berhenti-hentinya memandangi pemandangan alam yang memesona pada saat itu.Jalan yang membelah dua gunung yang kanan kirinya perkebunan tembakau,wow.Gunung tersebut adalah Sindoro dan Sumbing.
|
Gunung Sindoro |
Baru di tahun 2019 saya berkesempatan mengunjungi Temanggung setelah membaca artikel yang mengatakan bahwa tempat ini harus dikunjungi .Itinerary saya buat seefisien mungkin ,masuk dari Wonosobo pulangnya dari Yogya .Untuk ke Wonosobo dari Jakarta saya menggunakan kereta pagi yang berhenti di Stasiun Purwokerto,sebenarnya ada bus langsung dari Jakarta ke Temanggung namun keberangkatannnya rata-rata sore hari,jadi sayang waktu yang terbuang.Dari stasiun Purwokerto ada beberapa pilihan menuju Wonosobo,sekarang sudah ada shuttle langsung dari depan Stasiun Purwokerto dengan harga yang lebih mahal daripada naik bus umum yang berangkat dari Terminal Purwokerto.
|
shuttle bus stasiun purwokerto -Wonosobo |
Tiba Di Wonosobo sudah sore hari menjelang maghrib,saya sudah menunggu bus menuju Temanggung,sudah sangat jarang bus yang menuju kesana,ada tapi harus sabar menunggu.Saya putuskan menginap dulu di kota Wonosobo.Penginapan di Wonosobo murah-murah,tinggal browsing dan telponin satu demi satu nanya harganya,karena kotanya kecil ,gampang saja melihat keadaan hotelnya dari luar,yang penting nggak serem ya..kan.Sebuah hotel sederhana nggak jauh dari jalan utama yang harganya nggak sampe 100 ribu,kini saya inapi.cukup membuat badan saya relax setelah seharian remuk redam,di hotel ini nggak perlu yang namanya AC karena udaranya sejuk nggak bikin gerah,Petra Hotel namanya.Sebelum tidur saya keluar makan malam dulu,menikmati mie ongklok dan sate sapi yang menjadi ciri khas Kota Wonosobo
|
Alun-alun wonosobo |
Jarak antara Wonosobo dan Temanggung tidak terlalu jauh,jalur ini adalah jalur hidup yang biasa dilewati oleh angkutan umum maupun kendaraan pembawa logistik 24 jam.Wonosobo kotanya sangat enak buat liburan makanya saya baru meninggalkan kota ini siang hari,ingin menikmati dululah Jalan-jalan di alun-alun,keluar masuk pasar dan menikmati udara segar.
|
tembakau |
Embung Kledung
|
Embung Kledung |
Tempat wisata ini belum begitu jauh dari Kota Wonosobo tapi sudah masuk wilayah Temanggung,karena saya naik bus umum saya minta diturunkan di gerbang pintu masuknya,sangat mudah untuk menjangkaunya nggak sampai jalan 500 meter sambil melewati perkebunan tembakau ,kita sudah sampai Embung kledung.Tempat ini sebenarnya adalah empang (kolam besar) biasa , mungkin karena saya kesananya cuacanya kurang bagus padahal didepan mata gunung sindoro yang sedang terttutup awan ,tapi tempat ini salah satu tempat melihat sunset terbaik .
Posong
Jembatan sigandul
Masih di desa Tlahab,jembatan ini juga cukup terkenal dan fotogenic.memang nggak ada spot tertentu untuk melihat jembatan ini apalagi banyak kendaraan besar lalu lalangyang melewatinya .Cuma disekitar jembatan sigandul ini banyak warung-warung kopi tempat berisitirahatnya kendaraan setelah menempuh perjalanan jauh,hal itu nggak saya sia-siakan ngopi-ngopi sambil memandangi gunung Sindoro,kopi sachetan jadi rasa starbuck,Mantap!
|
jembatan sigandul |
|
ngopi-ngopi |
|
salah satu view |
Pasar Papringan
Saya kembali ke Temanggung tiga bulan kemudian(sebelum pandemi ) gara-gara mau melihat pasar papringan.Kebetulan saya lagi trip ke yogya dan pas banget pasar papringan diselenggarakan jadi saya melipir ke Temanggung karena pasar ini hanya ada setiap hari minggu wage dan pon (kalender jawa) .Yang menarik adalah pasar ini menjual aneka jajanan pasar yang sudah jarang kita temui macam getuk telo ungu,buntil ,bajingan (iya.bajingan) dan masih banyak lagi.Bambu atau pring sebagai alat pembayarannya yang bisa ditukar dengan uang di pintu masuk.
|
aneka jajanan |
|
selain jajanan pasar |
|
aneka jajanan |
Letaknya di salah satu sudut Desa Ngadiprono yaitu hutan bambu yang dibuat menyerupai pasar ,untuk menuju kesini. lagi-lagi pengunjung dari luar kota harus menginap dulu di homestay-homestay sekitar desa Ngadiprono karena pasar ini buka mulai pukul 6 pagi sampai pukul 12 siang,kalau kamu kesiangan sih tinggal sisa-sisanya aja.Sekedar tips untuk solo traveler ,saya menginap di Rama hotel yang letaknya di pinggir jalan raya Wonosobo-Temanggung ,memang rada susah kalau nggak bawa kendaraan sendiri karena lokasinya di pelosok desa.Untung ada layanan ojek online,ternyata bisa loh diantar sampai tujuan namun pulangnya saya menggunakan ojek pangkalan.
|
Pasar Papringan |
Berangkat!
Wah mas, itu Desa Tlahab menarik banget. Ada penginapan kah di sana? Enak banget pagi-pagi bangun dan dapat pemandangan indah seperti itu. Syahdu pastinya momen momen saat melihat matahari muncul. Terima kasih sudah sharing mas, tempat tempat menarik yang tidak mainstrem hehe
BalasHapusDesa tlahab ada beberapa homestay,memang dikhususkan bagi yang mau sunrise-an di Posong
BalasHapus