Selasa, 12 Juni 2018

Berpuasa di Negara 4 Musim

Dibenak saya bulan puasa itu “haram” hukumnya untuk traveling.Pikir saya,bulan puasa itu bikin males ngapa-ngapain ketika traveling ,nggak bisa kulineran sianglah,haus lah,panas,lemes, ngantukan dll. Di Negara yang ketika bulan puasa sedang summer, lebih banyak siangnya daripada malamnya.Sudah terbayang-bayang beratnya puasa di Negara 4 musim apalagi saat summer yang waktu puasanya selama 17 jam saudara-saudara.

Menjelang Ramadhan 1438 H saya diharuskan mengambil jatah cuti karena system kerja saya tidak seperti orang kantoran yang bisa sefleksibel mungkin mengambil cuti.Lho kok bisa gitu…ah terlalu panjang untuk diceritakan .Intinya saya harus cuti menjelang Ramadhan dan cuti harus jalan-jalan prinsip saya hahaha.Total cuti saya yang 14 hari ini ,4 hari terakhirnya bertepatan dengan awal puasa.
Pada trip kali ini Negara yang saya kunjungi Ukraina dan Turki.Dan Alhamdulilah Itinerary saya berpuasa di dua Negara yang berbeda yaitu di kota Odesa dan Istanbul

2 kota yang dipisahkan laut hitam



Kamis, 31 Mei 2018

Nyebrang dari Asia Ke Afrika


 Rencana saya untuk menyebrang antara 2 benua akan terwujud,saya sudah berada di kota Aqaba ,Jordania.Aqaba letaknya persis di tepi laut merah ,kota ini berbatasan dengan 3 negara  lainnya yaitu Mesir ,Israel dan Arab Saudi.Mesir dan Israel bisa dipandang dari tepi pantai yang terasa dekat sekali.

Awalnya saya akan cuma transit saja mengingat saya nggak tertarik untuk bermalam di Aqaba,tetapi info yang simpang siur tentang kapal ferry yang akan menyebrang dan saya lihat kotanya cukup menarik jadi menginaplah saya di sini.

Laut Merah

Setelah mencari-cari penginapan akhirnya saya mendapatkan sebuah penginapan murah yang harganya lumayan mahal dengan fasilitas seadanya harganya 15 jod atau 300 ribu rupiah untuk single room . Cuma ada kipas angin,no breakfast,no wifi dan tempat tidur berupa dipan yang pas saya nggak sengaja lihat kolong tempat tidurnya , astaga …sampah berserakan huekss.Memang biaya hidup dikota ini tinggi dibanding Amman dan Wadimusa.

Sabtu, 10 Maret 2018

Ngapain aja di Minsk

Bagi teman-teman yang pernah ke Eropa mungkin Minsk ,ibukota Belarusia kurang lebih sama dengan berbagai kota di Eropa,nggak ada istimewa-istimewanya.Tapi bagi saya yang belum pernah menginjak Eropa merupakan sesuatu yang baru .

Beberapa tempat yang saya datangi memang tidak banyak,karena suasana winter yang bikin mager.Tapi setidaknya saya mengunjungi tempat yang menjadi ciri khas kota ini

Kota tua

Kebetulan hostel saya letaknya di area kota tua,bangunan-bangunan apik  ditambah aliran sungai  svislach yang berada disisinya menambah cantik kota tua ini.Suasana tenang sangat terasa walaupun kota tuanya berada nggak jauh dari jalan protokol yang dilalui kendaraan yang lalu lalang.Susurilah sepanjang aliran sungai svislach sambil melihat unggas-unggas liar yang bermain air ,tersedia juga bangku-bangku taman di sepanjang sisi sungai cocok untuk melepas lelah sambil memandangi kota tua dari kejauhan.

Minks gate

Rabu, 28 Februari 2018

Minsk dihari Pertama

Nggak ada ekspektasi apa-apa ketika saya berkeinginan mengunjungi Belarus,Cuma hanya karena bebas visa dan saya suka negara-negara pecahan Uni soviet.Yang pasti dengan durasi visa yang Cuma dikasih 5 hari paling hanya ibukota Minsk dan kota disekitarnya saja yang kemungkinan besar saya kunjungi.

Welcome to Minsk
Memang kurang tepat berkunjung ke Negara pecahan Uni soviet pada saat winter.Bawaannya mager karena hawa yang dingin dan  matahari yang muncul terlalu terlambat,jam 10 pagi baru terang.Jadinya kurang maksimal aja .Bagi penyuka salju negara ini patut dikunjungi dimusim dingin bukan hanya dapat dingin-dingin nya saja tapi bonusnya view yang spektakuler