Rabu, 07 November 2018

Trekking Arslan Bob

Setelah vakum di dunia pertrekingan selama 3 tahun,terakhir saya trekking di Nepal.Akhirnya saya trekking kembali di negara yang terkenal akan pegunungan indahnya yaitu kyrgyzstan,kali ini saya trekking di arslan bob di provinsi Jalal Abad

Saya pilih arslan bob untuk.menghabiskan waktu selama di Kyrgyzstan karena saya sedang berada di kota Osh dan  sudah cukup puas mengexplore Osh karena 2 tahun sebelumnya sudah kesini.Untuk menuju arslan bob setidaknya harus naik mashrutka  sebanyak 3 kali .Perjalanan kurang lebih sekitar 4-5 jam dari Osh termasuk transit.Sebenarnya ada jadwal mashrutka langsung ke sana tapi cuma sehari sekali.




Selasa, 30 Oktober 2018

Seru-seruan Ikutan Open Trip ke Shahdaq

Sewaktu saya traveling di Azerbaijan ,saya sempat stuck di kota Baku ibukota Azerbaijan.Yang namanya ibukota walaupun fasilitasnya lengkap mau apa-apa aja ada tapi  rada-rada bosan juga.Apalagi saat winter begini.Mau ke kota lain kok rada males karena kota-kota seperti Ganja,Sheki yang merupakan andalan pariwisata Azerbaijan semua jauh-jauh sedangkan saya hanya punya sisa waktu 2 hari saja sebelum cabut dari Baku.

Icon kota Baku


Untungnya saya punya kenalan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Baku,Beliau menyarankan untuk ikut open trip aja keluar kota Baku.Browsing sana sini ,rupanya gampang saja mencari operator opentrip, tinggal searching di facebook atau instagram.Opentrip lokal hanya beroperasi ketika weekend saja yaitu sabtu dan minggu.Padahal saya ingin berangkat hari jumat dan sabtunya saya mau istirahat saja di Baku



Petugas hostel yang saya inapi sih nggak nge-rekomenin untuk ikut trip lokal,katanya takut saya kenapa-kenapa kalau ikut orang-orang lokal dan karena kendala bahasa juga.Beliau malah mencarikan tour travel partner yang benar-benar profesianal dan menggunakan bahasa inggris.Dan ketika saya hubungi beberapa agen malah nggak ada tour pada hari jumat,kalaupun ada hanyalah private tour yang harganya selangit.

Senin, 24 September 2018

Visa on arrival Ukraina via Bandara Kiev zhulianny

Semenjak pemerintah Ukraina memberikan fasilitas visa on arrival bagi WNI ,saya sudah mengincar negara ini untuk dikunjungi.Apalagi negara ini biaya hidupnya murah dan katanya makanannya enak-enak.

Awalnya saya belum berkeinginan mengunjungi negara ini pada tahun ini.Saya lebih kepingin mengunjungi Georgia dan Armenia tapi apa boleh buat karena evisa Georgia saya ditolak dan saya disuruh reapply lagi saya sudah males .Akhirnya saya memilih Ukraina sebagai tujuan traveling saya di bulan mei lalu.

Info yang saya dapatkan bahwa visa on arrival hanya bisa didapatkan di 3 bandara  yaitu Kiev borysspil,Kiev Zhuliany dan Odessa

Beberapa minggu sebelum berangkat ada info bahwa WNI bisa masuk Ukraina dengan e-visa tapi karena saya masih trauma dengan evisa georgia yang ditolak maka saya cuekin aja walaupun harganya lebih murah ,VOA 100 usd sedangkan evisa 65 usd.


Kiev Zhuliany Airport


Saya sudah cek cara membuat evisa  Ukraina mesti melampirkan ini itu bikin saya males dan juga prosesnya 9 hari kerja dan belum tentu approve juga karena setau saya belum ada yang mencoba,Ya sudah saya mantap pake VOA saja.

Jumat, 17 Agustus 2018

17an di Wisma KBRI Tashkent

Saya nggak menyangka sama sekali bisa merasakan 17an Agustus di luar negri.Memang saya ada keinginan merayakan hari kemerdekaan RI di sebuah negara yang jauh dari Indonesia yang katanya bisa makin mencintai negeri sendiri ,yang katanya maknanya bisa dalam ,sedalam palung mariana 😊😊.

17an Agustus tahun lalu memang saya lagi traveling di negara -negara stan dan waktunya bisa dicocok-cocokin dengan moment ulang tahun RI dan passss banget pada tanggal tersebut saya ada di Tashkent ibukota Uzbekistan yang ada KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia)nya sedangkan negara stan lain yang saya kunjungi yaitu Tajikistan dan Kyrgyzstan nggak ada KBRI.
KBRI Tashkent mengadakan perayaan HUT RI di wisma  KBRI.Warga Indonesia dan Warga Uzbekistan yang bekerja di KBRI beserta keluarganya turut memeriahkan acara ulang tahun negara tercinta ini.Nggak terlalu banyak juga jumlah WNI disini sekitar 20-30 orang itupun yang bekerja di luar KBRI cuma 2 orang selebihnya ya..pegawai KBRI.

Saya dan travelmate sangat antusias mengikuti acara ini ,bahkan saya bela-belain bawa baju batik agar tak salah kostum dan tampil oke minimal nggak malu-maluin dihadapan pak dubes 😃😃.Tak lupa saya mengajak Ali,pegawai hostel yang saya inapi.Kenapa kami mengajak Ali?siapa Ali?

Ketika saya menginap di Topchan hostel ada pegawai yang surprise bertemu kami sebagai orang Indonesia yang jarang-jarang yang menginap di hostelnya.Rupanya si Ali ini pernah bersekolah di eropa dan teman akrabnya seasrama orang Indonesia.Alhasil dia selalu dicekokin semua yang berhubungan dengan Indonesia seperti musik ,makanan dan kata-kata slengean  terutama kata-kata jorok ...opps


Makan kerupuk