Senin, 08 Juni 2015

Ada Scam Juga di Brunei

Kami mencapai pelabuhan Serasa brunei darusalam sudah sore hari setelah total 6 jam menempuh perjalanan laut dari kota kinabalu Malaysia.Berdasarkan info dari forum –forum traveler menuju Bandar Seri Begawan ada bus umum yang melayani rute tersebut,kami bersama beberapa penumpang kapal menunggu bus tiba didepan pelabuhan

Pelabuhan Internasional Serasa

Awalnya memang kami santai-santai aja menunggu bus karena di Negara sesepi ini angkutan umum juga jarang ,siapa yang mau naik lagipula lah wong penduduk aslinya bermobil semua.Pakcik yang  sedari tadi duduk –duduk santai bilang untuk menunggu bus bisa disini aja didalam area pelabuhan katanya bus tersebut akan masuk kesini menjemput penumpang

Selasa, 02 Juni 2015

Bandar Seri Begawan Yang Sepi

Banyak yang beranggapan bahwa traveling ke Brunei cuma sebagai pelengkap dan mengkhatamkan asia tenggara aja dan itu semua hampir benar.Rata-rata teman saya yang kepingin ke brunei yah cuma mau icip-icip aja nggak ada yang benar-benar tertarik mengexplore lebih dalam.Begitupun juga dengan saya,namun setelah masuk ke negara ini baru saya merasakan sesuatu yang berbeda walaupun secara budaya negaranya mirip mirip dengan negara tetangganya.Apa yang membedakannya dengan Negara lainnya di asia tenggara?satu kata untuk negara ini :Sepi hehehe

Mesjid Omar


Kami tiba di brunei melalui jalan darat dan laut lewat kota kinabalu malaysia,ketika tiba di pelabuhan Serasa nikmat dan sejuknya saya mendapati pelabuhan yang sepi ,jauh dari hingar bingar pelabuhan yang biasa kita lihat,nggak ada tukang jualan, suara kendaraan yang lalu lalangpun jarang terdengar.Mungkin kalau kita ke Bandar Seri begawan (BSB)lain ceritanya kali yah,pikir saya sih gitu 

Selasa, 12 Mei 2015

Drama Babak Kedua Bandara Ataturk

Sampai di depan bandara saya mengucap syukur drama udah selesai,tepat 2 jam sebelum pesawat berangkat saya masih bisa leha-leha , mungkin juga bisa foto-foto selfie .Masuk sedikit ke area bandara ,saya dihadang pemandangan menakjubkan  yaitu Orang –orang  mengular membuat antrian panjang banget .Saya pindah ke gerbang berikutnya  kali-kali aja antriannya pendek ternyata sama aja,saya mulai panik .

Depan bandara Ataturk

Yang membuat kesel sih ,orang sebanyak itu hanya dibuka 2 pintu masuk yang masing-masing pintu Cuma ada 2 mesin scanner dan pemeriksaannya pun extra ketat pake ada acara buka ikat pinggang dan sepatu segala  padahal baru mau masuk area check-in.Semakin lama orang  semakin menumpuk bahkan antriannya menjadi  beberapa jalur ,semrawut.Dan saya lihat antrian di sebelah ada yang cekcok mulut teriak-teriak antriannya disalib orang lain ,proses scanner semakin melambat dikarenakan  para penumpang bagasinya banyak banget udah kayak mau pindah rumah.Haduh tambah stress saya.

Kamis, 07 Mei 2015

Drama Babak Pertama Bandara Ataturk

Banyak banget postingan tentang keadaan Bandara Ataturk di Istanbul,Turki dan biasanya para traveler menulis tentang ketidak efisienan pelayanan bandaranya,Memang salah saya sih suka nyuekin tulisan-tulisan yang  menyalahkan pengelolanya ,saya mikirnya ya udah , saya aja yang dateng lebih awal biar nggak kenapa-kenapa.Nah,kejadian inipun  menimpa saya 

Pesawat yang pakai sewaktu mau pulang ke Jakarta adalah Malaysia Airline  dengan rute Istanbul-Kuala lumpur -Singapore ,kenapa milih Singapore daripada Kl atau Jakarta ,ya karena harganya lebih murah aja sih.Penerbangan dijadwalkan Jam 3 sore,saya udah grasak grusuk check-in dari hostel di daerah Sultanahmet Jam 11 pagi .Menuju  bandara saya disarankan naik tram dulu turun di halte zeytinburnu lanjut metro ke bandara. Mengingat  pingin ngabisin duit Lira , maka ngeluyurlah saya ke toko- toko souvenir di sekitar Sultanahmet sebentar saja uang saya habis ,tinggal menyisakan ongkos tram dan metro ke bandara.

Tram Istanbul


Diperjalanan menuju halte tram Sultanahmet saya melihat ternyata ada stasiun metro namanya sirkeci ,Iseng -iseng saya tanya ke petugasnya apakah bisa kereta ini menuju bandara ternyata bisa katanya ,saya tinggal turun di stasiun yenikapi yang hanya berbeda satu stasiun lanjut ke stasiun Aksaray dari Aksaray baru pindah metro ke bandara ongkosnya pun sama.Kontur area sultanahmet  yang turun naik membuat saya malas ke halte tram apalagi saya menggendong ransel besar